Mburitan Tanpa Sekat
Oleh: Ike Novita Indraswari
Hati tak pernah punya pintu, begitu pula mburitan kami yang menyatu
Suara hewan ternak bersahutan setiap hari, aroma kotoran pun jadi milik bersama yang tak bisa dibenci
Sebab dua rumah memang berdiri tanpa sekat rahasia
Satu waktu bening bayam Buk Yun kurang bumbu, ia berlari ke belakang rumah Mbokde Mimi meminta serimpang rempah
Bukan hanya sayurnya yang kian sedap, tapi juga rasa kebersamaan yang makin mantap
Jika salah satu dapur mengepul uap slametan, maka dapur sebelah pasti dapat serantang berkat
Mereka saling rewang saat punya hajatan, mengupas biji-biji beban agar ringan oleh banyak tangan
Di teras itu, mereka sering bertukar peran
Kadang jadi informan yang riuh berkabar, kadang pula jadi pendengar yang sabar dan tegar
Puluhan tahun bertetangga, puluhan tahun bersaudara
Di mburitan yang sama, hidup saling bertenun makna
Kaohsiung, 24 Desember 2025
Sumber Ilustrasi
__
Bionarasi:
Ike Novita Indraswari, penulis asal Blitar, Jawa Timur yang saat ini berada di Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia. Ingin menulis untuk mengungkapkan isi hati dan mengekalkan diri dalam karya puisi. Bisa dikunjungi di akun IG: @mamatangkas

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar