Tangisan Awan Little St. James

 


Oleh: Rubaida Rose 


Teriak kesakitan ditelan riak sepi di bawah awan kelabu

Rasa perih membiru pada wajah gadis-gadis kehilangan mimpi

Pulau indah membelah janji dan mengubur kisah luka

Angkuhnya jiwa menguliti waktu di gerbang Jeffrey Epstein


Selangit tawa dirampas, dalam buaian lembut berhati hina

Deret nama hitam sembunyi di antara pura-pura

Tunduk pada waktu yang telanjang di angka-angka halu


Ghislaine Maxwell menenun siang jadi air mata

Memangsa senja dalam dahaga

Sayup terdengar lembaran hitam berlarian ke selasar barat

Andrew, Clinton,Trump berdansa dengan hayal

Mata keadilan buta tertutup manisnya gula


Namun ketika tangis jelma kutukan 

Mereka tak lagi mampu menghapus 

Mulut dan wajah itu terkunci waktu

Setiap lembar noda menjadi saksi

Melukis nama nama penipu di langit pulau yang mengigil kaku


Kuantan Singingi, 17022026


Sumber Ilustrasi: 


___

Bionarasi:

Rubaida Rose. Lahir di kota Tembilahan, Indragiri Hilir. Memiliki kecintaan menulis puisi, Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER) dan Asqa Imagination  School (AIS) sebagai wadah dia bercumbu mesra dengan puisi.

Deretan tulisan manisnya bisa dinikmati di buku buku puisi. Tulisannya termaktub di beberapa media; Riau Sastra, Riau Pos, Ranah Riau, Kompasiana. FB: Rubaidarose

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel