Nyala di Sela Duri



Oleh: Setiabasa

Di pundaknya yang legam, ia memanggul matahari

Berdiri tegak saat bumi sedang menakar tabah

Akar-akarnya adalah jemari yang mencengkeram sunyi

Mengubah debu menjadi hara, menghidupkan mimpi yang mati


Ada pedang karat matahari yang berjaga di sepanjang dahan

Duri-duri tajam, lumbung rahasia sebuah keteguhan

Bukan ingin melukai, hanya menjaga keutuhan

Sebab hidup butuh pagar sebelum memberi keteduhan


Namun lihatlah saat fajar menyentuh ujung daunnya

Ia meluruhkan ego dalam rimbun bunga yang menyala

Kuning keemasan, lembut bak sutra di angkasa

Menebar wangi yang tenang, menjahit retak bumi


Ia adalah akasia, sang pejuang berhati lembut

Pada sunyi yang luput dari matahari 

ia menyimpan manis di sela duri


Rintis, 1 Mei 2026


Sumber Ilustrasi

___

Bionarasi: 

Setiabasa, seorang ibu rumah tangga, ibu dua orang putra dan nenek sepasang cucu. Menyukai membaca sejak kecil. Fiksi, non-fiksi dan juga puisi. Sejak akhir 2022 mengikuti beberapa kelas online (Uti, AIS, Ruang Kata, Symprerifora dll) untuk belajar menulis puisi dan karyanya sudah masuk dalam beberapa buku antologi puisi.

Ia sedang mengikuti kelas puisi AIS#68. IG: @setia.xu

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel