Perjalanan


 Oleh: Ade Septiani


Dari Ponorogo aku ke Bogor

Hendak kucari penghiburan

Hati yang duka


Lihatlah Tuan Kelabu tengah berlaga

Di panggung langit Bogor yang kotor

Sorak sorai penonton riuh di mana-mana

Tak tertebak alur dan ending

Pandai penulis ceritanya

Begitulah aku merasa


Dari Bogor aku ke Ampar

Ratu marun hiasi warna warni

Bising sudut kota

Di atas kanvas persaudaraan

Indahnya takjubkan benak

Hingga ke ruang muskil

Tak sampai hati aku percaya


Dari Ampar aku ke Lombok

Kuda hitam tinggal kenangan

Saat simpul percaya lepas ke telaga curang

Pemuda Lombok ringkuk sesal

Harap kudanya pulang


Dari Lombok aku pulang

Pulang ke rumah aku mengenang

Begitu hidup sulit diterka

Duka datang tanpa aba-aba

Nyatanya tak ada yang bebas darinya


Ponorogo, 13 Mei 2026


Sumber Ilustrasi:

___

Bionarasi:
Ade Septiani. Lahir di Ponorogo tahun 1996. Kegemarannya menulis berawal dari kebiasaanya menulis buku harian sejak kecil. Ia mengawali proses kepenulisan sejak akhir 2024 dengan bergabung bersama Forum Lingkar Pena Ponorogo. Sekarang Ia sedang belajar dan mengasah kepenulisan bersama Asqa Imagination School (AIS) dan Competer Indonesia. Beberapa karyanya telah dibukukan di beberapa buku antologi bersama SIPPublishing, seperti antologi puisi "langkah-Langkah Sunyi Ayah" (2025), antologi cernak "Pagi-Pagi Sudah Hebat" (2025), antologi fiksi mini bersama Gol A Gong "Pilihan Kedua" (2025), dan kumpulan geguritan "Tilase Kaweruh, Netese Rasa" (2025). Beberapa karya lainnya dimuat di IG pribadi: @detakceritaa.

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel