Simfoni Karat di Kepala
Oleh: Daris Kandadstra
Ia mungkin berawal dari hal kecil.
Lalu merayap, masuk ke pembuluh darah,
dan menetap di sana.
Betapa ajaib sebuah kerusakan.
Ia tak butuh izin menghentikan tawa.
Ia hanya butuh celah kecil di kepala bahwa,
yang retak tak akan kembali utuh,
yang patah selamanya tak akan sembuh.
Kini, kita duduk di pojok ruang,
menatap bayang-bayang yang tampak rusak.
Lalu bertanya,
apakah dunia yang sedang hancur, atau lensa mata kita yang telah pecah?
Tuah Madani, 2 Juni 2026
___
Bionarasi:
Daris Kandadestra adalah nama pena Dedi Saputra. Daris lahir di Enok, Indragiri Hilir 1984. Karyanya terbit dalam antologi Terapi Kamar Mandi (2023), Bakaroh (2024), hingga Incognito (2025). Cerpen terbarunya rilis di Majalah Digital FLP (2025). Selain Aktif mengikuti kelas Asqa Imagination School (AIS)# 69, Ia juga tercatat sebagai Duta Cerpen FLP Wilayah Riau 2024, Peserta BWCF 2024 di Muaro Jambi, Peserta Kenduri Riau, 2024, Peserta BWF 2025 di Balige, Sumut. Sapa di Instagram @daris_kandadestra atau dariskandadestra@gmail.com.
Bionarasi:
Daris Kandadestra adalah nama pena Dedi Saputra. Daris lahir di Enok, Indragiri Hilir 1984. Karyanya terbit dalam antologi Terapi Kamar Mandi (2023), Bakaroh (2024), hingga Incognito (2025). Cerpen terbarunya rilis di Majalah Digital FLP (2025). Selain Aktif mengikuti kelas Asqa Imagination School (AIS)# 69, Ia juga tercatat sebagai Duta Cerpen FLP Wilayah Riau 2024, Peserta BWCF 2024 di Muaro Jambi, Peserta Kenduri Riau, 2024, Peserta BWF 2025 di Balige, Sumut. Sapa di Instagram @daris_kandadestra atau dariskandadestra@gmail.com.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar