Atlantis
Oleh: Eni Widyawati
Menara kencana megah tantang langit
Pilar-pilar Herkules saksi tahta berkilau
Catatan purba Plato mengukir kisah
Kerajaan emas, puncak kuasa fana.
Poseidon nitip berkah kemakmuran bumi
Namun serakah butakan mata hati
Jiwa-jiwa suci runtuh jadi angkuh
Tahta tinggi lupa akar pencipta
Murka alam pecah semalam
Gelombang raksasa telan peradaban sombong
Harta, kuasa, teknologi tinggi lenyap
Tenggelam pasrah ke palung tak berdasar
Jejak sejarah kini jelma dongeng sunyi
Pesan abadi kubur dasar samudra
Kejayaan dunia runtuh seketika
Kala manusia memelihara tinggi hati
Malibli, 10 Juli 2026
___
Bionarasi:
Eni Widyawati, kelahiran Blitar, 28 Juli 1973. Dia menulis puisi sejak tahun 2006. Puisi-puisinya sering menghiasi pojok-pojok media massa seperti puisi; Daffodill, Ibuku Keramatku, Semilir Desaku Lambungkan Anganku, Terikat Rasa, dll. Ia juga menulis buku solo puisi bertajuk Jejak-jejak Pengabdian; Puisi seorang guru dalam merangkai pengabdian, Dari Ruang Kelas ke Lembar Cerita. Dan puisi-puisi yang terangkum dalam antologi: Guru Pandemi Lahirkan Inovasi, Senandung Merdeka Sang Pendidik Bangsa, Singgah Sebentar, Cinta Pertama, Kau Yang Selalu Dalam Do'aku,Tarian Pena Para Dwija Penataran, Seruling Rindu, Simphony Sunyi Di Bawah Langit Persahabatan, Satu Bait Satu Cahaya Untuk Negeri dan Bunga Rampai Kelas Sunyi. Kini aktif menulis puisi di kelas puisi Asqa Imagination School (AIS) #69 IG: @eni.widyawati.31105


Tidak ada komentar:
Posting Komentar