Jeruji Waktu
Oleh: Rini Ahyu
Besi tua tergolek di sudut bisu,
karat melukis suka, duka, dan lara.
Jeruji menyulam putaran waktu,
rantai mengikat janji kepergian,
tak pernah ingkar pada pulang.
Pelana lusuh menyimpan tawa dan tangis,
jejak-jejak kecil, genggam tangan,
pelukan yang tak sempat membeku.
Bel kian bisu,
menyisakan gema di ruang hampa.
Pedal mengayuh jalan,
mengangkut cinta, harap, dan doa.
Keranjang renta memeluk rezeki,
roda menulis lingkar usia
pada debu yang tak pernah mengeluh.
Musim silih berganti.
Ia perlahan ditelan usia.
Stang kehilangan arah telapak,
rantai lupa pada irama,
angin membalik halaman kenangan.
Kini setia menjadi saksi bisu.
Tak lagi meminta dikayuh.
Roda boleh berhenti,
cinta tak pernah turun dari pelana.
Padang Ganting, 1 Juli 2026
Sumber Ilustrasi:
___
Bionarasi:
Rini Ahyu. Kelahiran Padang Ganting, 22 September 1979. Seorang guru yang menyukai dunia kepenulisan dan mulai serius menulis tahun 2000. Aktif menulis antologi dengan beberapa komunitas kepenulisan seperti FLP, JSDI, ATPUSI dan KPBJ. Karya cerpen yang pernah dimuat media massa yaitu Aku yang Terluka di Bangka Pos. Kini aktif menulis puisi di kelas puisi Asqa Imagination School (AIS) #70. IG: @riniahyu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar