Akar Kaki, Sepasang Sayap, dan Jam yang Berdetak


Oleh: Dian Riasari

1/

Tubuhku berakar pakis

tumbuh di kaki pohon

mungkin tak tinggi, 

tapi senantiasa hijau


Entah ditimpa hujan

entah dicerca kemarau

aku bertahan. 


2/

Musim-musim berlalu

tumbuh sayap elang di punggungku

kutinggalkan pokok besar itu

melanglang awan


Di punggung gunung, mataku awas

seusil apa pun usikan

kucoba kepakkan sayap 

setinggi yang kubisa. 


3/

Masa merenta

dalam rumah batin, 

jam terus berdetak


Jika kuletakkan sayap, 

akar kakiku tetap berjalan

jemari menyulam harapan


Seiring detik waktu, 

kutemui orang-orang baru

untuk mengisi ruang kosong

dalam dadaku. 


Malang, Agustus 2026


Submer Ilustrasi:

___


Bionarasi:

Dian Riasari, pegiat literasi dari Kota Malang, Jawa Timur. Berkontribusi pada 40 lebih buku antologi (cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, dan puisi) serta satu buku solo. Beberapa karya puisinya dimuat di media online dan cetak, seperti: Harian Bhirawa, Tiras Times, Bambang Kariyawan.com, Ngewiyak, Riau Sastra, Negeri Kertas, Jurnal Tinta, Dermaga Sastra, Kabaran.id, Ranah Riau, Laman Riau, Jurnal Puisi Cinta. Bergabung di komunitas Alumni Asqa Imagination School (AIS), Community Pena Terbang (COMPETER), dan Ruang Kata. IG: @dian_de_lala. FB: Dian Riasari.

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel