Kepada Puisi

 


Oleh: Sekar Hartono


Kepadamu, aku datang

ketika malam terlalu penuh

untuk ditidurkan.

Kutaruh satu per satu rahasia

di telapak tanganmu,

perih yang tak sanggup kusebut nama.


Kau tak pernah bertanya

mengapa mataku membawa hujan,

atau siapa yang meninggalkan

pintu itu terbuka.

Hanya sediakan sandaran

dari sebaris kata

agar kepalaku bisa merebah.


Di bahumu

sunyi tumbuh menjadi bunga,

meski akarnya tetap menyimpan

bau tanah dan darah.


Maka jika suatu hari

kau temukan namaku

di antara larik-larikmu,

biarkan aku tinggal,

karena sebenarnya

kau adalah rumah

yang kubangun 

dari luka yang terlalu malu

untuk menjadi suara.


Purwokerto, 22 September 2026


Submer Ilustrasi: generated by AI

___

Bionarasi:

Sekar Hartono lahir di Jakarta dan kini menetap di kota kecil Purwokerto. Kegemarannya menulis bermula dari cerita pendek, yang kemudian membawanya untuk belajar mengekspresikan diri melalui puisi. Dalam proses itu, ia bergabung dengan komunitas Competer sebagai ruang untuk bertumbuh dan berbagi makna. Menulis pun menjadi jalan sunyi untuk menebarkan kebaikan ke semesta. IG: @yanich1394

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel